Tampilkan postingan dengan label makalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label makalah. Tampilkan semua postingan
0

[Makalah] Mengefektifkan Penggunaan Metode SQ3R Dalam Pembelajaran Membaca

Kali ini PahalaBerbagi akan berbagi Makalah Mengefektifkan Penggunaan Metode SQ3R Dalam Pembelajaran Membaca yang berjumlah total 11 halaman, dengan daftar isi sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan

BAB II PELAKSANAAN
A. Alternatif Metode Membaca
B. Metode SQ3R
C. Langkah-Langkah Metode SQ3R

BAB III PENUTUP
A. Simpulan
B. Saran

DAFTAR PUSTAKA
***
Read More
0

[Makalah] Studi Kawasan dan Islam Dewasa Ini

Kali ini PahalaBerbagi akan berbagi Makalah Studi Kawasan dan Islam Dewasa Ini yang berjumlah total 11 halaman, dengan daftar isi sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
1.2. Tujuan
BAB II PEMBAHASAN
2.1. Studi Kawasan / Wilayah
2.2. Islam di Amerika Serikat Dewasa Ini.
2.3. Islam di Cina Dewasa Ini
2.4. Islam di Asia Tenggara Dewasa Ini
BAB III PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA
***
Read More
0

[Makalah] Analisa Manajemen Sumber Daya Manusia di KFC

PahalaBerbagi - Kali ini PahalaBerbagi akan berbagi Makalah Analisa Manajemen Sumber Daya Manusia di KFC yang berjumlah total 7 halaman. yang dibagi menjadi 3 Bab yang terdiri dari:
Read More
0

[Makalah] Aborsi Menurut Islam

PahalaBerbagi - Kali ini PahalaBerbagi akan berbagi Makalah Aborsi menurut Islam yang berjumlah total 7 halaman. yang dibagi menjadi 3 Bab yang terdiri dari: 
Read More
1

[Makalah] Perawatan Hardware Komputer

PERAWATAN HARDWARE KOMPUTER

BAB  I
PENDAHULUAN

1.1.    Latar Belakang
Banyaknya  pengguna  komputer  yang kurang  memahami  bagaimana teknik  merawat  bagian-bagian  komputer  serta  kurangnya  kesadaran  akan  pentingnya  merawat  bagian komputer. Disini  kita  bukan hanya  memahami  bagaimana  cara  menggunakannya saja, akan tetapi  juga  memahami bagaimana cara  merawatnya.
Hakekatnya  ada  sebagian  hal  mendasar  yang  tak jarang  kita  lupakan  kaitannya  dengan  metode  merawat  bagian komputer  yang  dapat menyebabkan  terjadinya  kerusakan  pada  komputer.

1.2.    Maksud dan Tujuan
adapun  maksud  dan  tujuan  dari  penulisan  makalah  ini  yaitu :
Menyelesaikan  tugas  makalah  yang  adalah beberapa  tugas  dari  Praktik  Kerja  Industri  (Prakerin).
Berbagi  wawasan  dan  pengalaman  terhadap  pembaca  seputar metode dan  pentingnya    merawat  komputer.

1.3.    Pembatasan Masalah
Karena  banyaknya  masyarakat  yang  belum banyak memahami tentang perawatan komputer,  maka  penulis  tertarik  untuk  menjadikan  hal  itu  sebagai bahan  penulisan  makalah  yang  berjudul  “PERAWATAN HARDWARE KOMPUTER“


BAB  II
URAIAN

A.    Bahan dan  Peralatan  yang  Diperlukan
Untuk  melakukan  perawatan  komputer  diperlukan  bahan  dan  peralatan,  diantaranya  yaitu  :

1.    Penyedot  Debu  Mini
Penyedot  debu  lebih  gampang  dan  lebih  bersih  dari  pada  kuas.  Pada  ujung  penyedot  debu  mini  dilengkapi  dengan  sikat  dengan  ukuran  yang  bermacam-macam  ditujukan untuk  menyesuaikan  luas  sempitnya  sudut-sudut  pada  bagian-bagian hardware PC.  Alat  ini  pas banget  digunakan   untuk  membersihkan  rangkaian  di  mainboard  dan  di  sudut-sudut  casing  komputer.

Gambar  1.  Penyedot  debu  mini

2.    Kain  Kering  dan  Cairan  Pembersih
Kain  kering  atau  tisu  dipakai  untuk  membersihkan  kotoran  cair  yang  mungkin  bekas  softdrink,  tinta  atau  air  hujan  yang  masih  segar  atau  belum  mengering.  Kotoran  cair  berbahaya sekali kalau tidak cepat dibersihkan sebab tipe kotoran  ini  bisa  menghantarkan  arus  sehingga  bisa  mengakibatkan  kerusakan  fatal  pada  komponen PC.  Sedangkan  Cairan  pembersih dipakai  untuk  membersihkan  noda  atau  kotoran  yang  telah mengering  seperti  percikan  dari  tinta  printer.

Gambar  2.  Kain  kering  dan  cairan  pembersih

3.    Disk Cleaner
Digunakan  untuk  membersihkan  head  diskdrive  akibat  debu  atau kotoran  yang  melekat  pada  head  drive. 
 
Gambar  3.  Disk  Cleaner

4.    Tang
Tang  untuk  teknisi  dalam  mengerjakan  perawatan  komponen  PC  yaitu  tang  cucut  dan  tang  kombinasi.  Tang  cucut  banyak  dipakai  untuk  mengendalikan  kepala  skrup  atau  jumper  yang  kecil. Sedangkan  untuk  tang  kombinasi  dipakai  untuk  memotong  kabel  dan  kebutuhan  lainnya.

Gambar  4.  Tang

BAB  III
PEMBAHASAN

3.1.    Casing
Permasalahan  yang  sering  terjadi  Pada casing komputer ini  adalah  banyaknya debu-debu yang menempel dari luar terbawa oleh  fan  casing  komputer  itu  sendiri  atau  sarang  serangga.  Cukup  dengan  kuas  atau  dengan  penyedot  debu  mini  untuk  membersihkannya.

3.2.     CD-Rom  dan  CD-RW
Persoalan  yang  sering kali  mengganggu  pada  CD-Rom  dan  CDRW  yaitu...
Makalah lengkapnya silahkan download dibawah ini.

Download
PERAWATAN HARDWARE KOMPUTER.docx
Size : 23.6 KB

Read More
0

[Makalah] Pendidikan Jasmani dan Kesehatan


Makalah Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Di beberapa negara tumbuhan ini tergolong narkotika, walau tidak terbukti bahwa pemakainya menjadi kecanduan, berbeda dengan obat-obatan terlarang yang berdasarkan bahan kimiawi dan merusak sel-sel otak, yang sudah sangat jelas bahayanya bagi umat manusia. Di antara pengguna ganja, beragam efek yang dihasilkan, terutama euphoria (rasa gembira) yang berlebihan, serta hilangnya konsentrasi untuk berpikir di antara para pengguna tertentu.

Efek negatif secara umum adalah bila sudah menghisap maka pengguna akan menjadi malas dan otak akan lamban dalam berpikir. Namun, hal ini masih menjadi kontroversi, karena tidak sepenuhnya disepakati oleh beberapa kelompok tertentu yang mendukung medical marijuana dan marijuana pada umumnya. Selain diklaim sebagai pereda rasa sakit, dan pengobatan untuk penyakit tertentu (termasuk kanker), banyak juga pihak yang menyatakan adanya lonjakan kreatifitas dalam berfikir serta dalam berkarya (terutama pada para seniman dan musisi.



Berdasarkan penelitian terakhir, hal ini (lonjakan kreatifitas), juga di pengaruhi oleh jenis ganja yang digunakan. Salah satu jenis ganja yang dianggap membantu kreatifitas adalah hasil silangan modern “Cannabis indica” yang berasal dari India dengan “Cannabis sativa” dari Barat, dimana jenis Marijuana silangan inilah yang merupakan tipe yang tumbuh di Indonesia.

Efek yang dihasilkan juga beragam terhadap setiap individu, dimana dalam golongan tertentu ada yang merasakan efek yang membuat mereka menjadi malas, sementara ada kelompok yang menjadi aktif, terutama dalam berfikir kreatif (bukan aktif secara fisik seperti efek yang dihasilkan Methamphetamin). Marijuana, hingga detik ini, tidak pernah terbukti sebagai penyebab kematian maupun kecanduan. Bahkan, di masa lalu dianggap sebagai tanaman luar biasa, dimana hampir semua unsur yang ada padanya dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Hal ini sangat bertolak belakang dan berbeda dengan efek yang dihasilkan oleh obat-obatan terlarang dan alkohol, yang menyebabkan penggunanya menjadi kecanduan hingga tersiksa secara fisik, dan bahkan berbuat kekerasan maupun penipuan (aksi kriminal) untuk mendapatkan obat-obatan kimia buatan manusia itu.

Download Makalah Penjaskes



Download
Makalah Penjaskes.docx
Size : 56.4 KB

Read More
0

[Makalah] Seks Bebas


Indonesia seharusnya prihatin atas para calon penerus bangsa yang makinbejad kelakuannya. Dengan maraknya pornografi dan pornoaksi baik di kepingcakram, komik, maupun di dunia maya yang sangat mudah untuk diakses sekarang ini, hal itu yang dapat mejembatani seks bebas di kalangan remaja.Hal itu dibuktikan dengan survei dari Komisi Nasional Perlindungan Anak terhadap 4.500 remaja di 12 kota besar di Indonesia tahun 2007 menunjukkan,97% dari responden pernah menonton film porno, 93,7% pernah ciuman, petting,dan oral seks, serta 62,7% remaja yang duduk di bangku SMP pernahberhubungan intim, dan 21,2% siswi sekolah menengah umum pernahmenggugurkan kandungan.
Kengerian itu sangatlah berbenturan dengan budaya kita yang menjadisandaran norma dan aturan dalam interaksi manusia. Budaya ketimuran yangterkenal “ ewuh pekewuh ”(punya rasa malu) mulai tergusur budaya “ my bussinesis mine ”(ini urusanku) sehingga rasa malu dan berbagai norma lain di abaikankarena anggapan bahwa urusannya adalah urusannya sendiri bukan orang lain.Dalam pergaulan remaja pun demikian, karena remaja merupakan bagian terbesar yang terkena imbas dari budaya ini. Dalam hal jalinan hubungan dengan lawanjenis pun demikian sehingga pergaulan bebas tanpa adanya norma dan aturan.
Silahkan download untuk lebih lengkapnya link di bawah
Download
MAKALAH.docx
Size : 50.0 KB

Read More
0

[Makalah] PPKn Otonomi Daerah



BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Sejak awal berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia para founding fathers telah menjatuhkan pilihannya pada prinsip pemencaran kekuasaan dalam penyelenggaraan pemerintahan Negara.
Cita desentralisasi ini senantiasa menjadi bagian dalam praktek pemerintahan Negara sejak berlakunya UUD 1945, terus memasuki era Konstitusi RIS, UUDS 1950 sampai pada era kembali ke UUD 1945 yang dikukuhkan lewat Dekrit Presiden 5 juli 1959.

Garis perkembangan sejarah tersebut membuktikan bahwa cita desentralisasi senantiasa dipegang teguh oleh Negara Republik Indonesia, sekalipun dari satu periode ke periode lainnya terlihat adanya perbedaan dalam intensitasnya.
Sebagai  perwujudan dari cita desentralisasi tersebut, maka langkah-langkah penting sudah dilakukan oleh pemerintah. Lahirnya berbagai peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang pemerintahan daerah membuktikan bahwa keinginan untuk mewujudkan cita-cita ini terus berlanjut. Sekalipun demikia, kenyataan membuktikan bahwa cita tersebut masih jauh dalam realisasinya. Otonomi daerah masih lebih sebagai harapan ketimbang sebagai kenyataan yang telah terjadi. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Otonomi Daerah belumlah terwujud sebagaimana yang diharapkan. Kita nampaknya baru menuju kea rah Otonomi Daerah yang sebenarnya.

Beberapa faktor-faktor yang  menetukan prospek otonomi daerah, diantaranya, yaitu :
Faktor Pertama adalah faktor manusia sebagai subyek penggerak (faktor dinamis) dalam peenyelenggaraan otonomi daerah. Faktor manusia ini haruslah baik, dalam pengertian moral maupun kapasitasnya. Faktor ini mencakup unsur pemerintah daerah yang terdiri dari Kepala Daerah dan DPRD, aparatur daerah maupun masyarakat daerah yang merupakan lingkungan tempat aktivitas pemerintahan daerah tersebut.

Faktor kedua adalah faktor keuangan yang merupakan tulang punggung bagi terselenggaranya aktivitas pemerintahan  Daerah. Salah stu cirri daerah otonom adalah terletak pada kemampuan self supportingnya / mandiri dalam bidang keuangan. Karena itu, kemampuan keuangan ini akan sangat memberikan pengaruh terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Sumber keuangan daerah yang asli, misalnya pajak dan retribusi daerah, hasilm perusahaan daerah dan dinas daerah, serta hasil daerah lainnya yang sah, haruslah mampu memberikan kontribusinya bagi keuangan daerah.

Faktor ketiga adalah faktor peralatan yang merupakan sarana pendukung bagi terselenggaranya aktivitas pemerintahan daerah. Peralatan yang ada haruslah cukup dari segi jumlahnya, memadai dari segi kualitasnya dan praktis dari segi penggunaannya. Syarat-syarat peralatan semacam inilah yang akan sangat berpengaruh terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Faktor keempat adalah faktor organisasi dan manajemen. Tanpa kemampuan organisasi dan manajemen yang memadai penyelenggaraan pemerintahan tidak dapat dilakukan dengan baik, efisien, dan efektif.oleh sebab itu perhatian yang sungguh-sunggguh terhadap masalah ini dituntut dari para penyelenggara pemerintahan daerah.

Sejarah perkembangan Otonomi Daerah membuktikan bahwa keempat faktor tersebut di atas masih jauh dari yang diharapkan. Karenanya Otonomi Daerah masih menunjukkan sosoknya yang kurang menggembirakan.oleh sebab itu apabila kita berkeinginan untuk merealisasi cita-cita Otonomi Daerah maka pembenahan dan perhatian yang sungguh-sungguh perlu diberikan kepada empat faktor di atas. 

B.  Tujuan Penulisan
Dengan adanya otonomi daerah diharapkan daerah tingkat I maupun Tingkat II mampu mengelola daerah nya sendiri. Untuk kepentingan rakyat dan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat secara sosial ekonomi yang merata.

C.  Rumusan Masalah
Makalah ini di buat dengan rumusan masalah:
1.       Apa itu Otonomi Daerah?
2.      Bagaimana Sejarah Perkembangan Otonomi Daerah di Indonesia
3.      Apa dasar hukum dan Landasan teori Otonomi Daerah?
4.      Apa salah satu yang paling berperan di dalam Otonomi Daerah?
5.      Apa dampak yang di timbulkan oleh Otonomi Daerah?

Untuk lebih lengkapnya silahkan Download dibawah ini.
Download
Makalah PPKN.doc
Size : 35.0 KB
Read More
0

[Makalah] Kriminologi Kenakalan Remaja



Masa remaja merupakan masa dimana seorang individu mengalami peralihan dari satu tahap ke tahap berikutnya dan mengalami perubahan baik emosi, tubuh, minat, pola perilaku, dan juga penuh dengan masalah-masalah (Hurlock, 1998). Oleh karenanya, remaja sangat rentan sekali mengalami masalah psikososial, yakni masalah psikis atau kejiwaan yang timbul sebagai akibat terjadinya perubahan sosial (TP-KJM, 2002). Masa remaja merupakan sebuah periode dalam kehidupan manusia yang batasannya usia maupun peranannya seringkali tidak terlalu jelas. Pubertas yang dahulu dianggap sebagai tanda awal keremajaan ternyata tidak lagi valid sebagai patokan atau batasan untuk pengkategorian remaja sebab usia pubertas yang dahulu terjadi pada akhir usia belasan (15-18) kini terjadi pada awal belasan bahkan sebelum usia 11 tahun. Seorang anak berusia 10 tahun mungkin saja sudah (atau sedang) mengalami pubertas namun tidak berarti ia sudah bisa dikatakan sebagai remaja dan sudah siap menghadapi dunia orang dewasa. Ia belum siap menghadapi dunia nyata orang dewasa, meski di saat yang sama ia juga bukan anak-anak lagi. Berbeda dengan balita yang perkembangannya dengan jelas dapat diukur, remaja hampir tidak memiliki pola perkembangan yang pasti. Dalam perkembangannya seringkali mereka menjadi bingung karena kadang-kadang diperlakukan sebagai anak-anak tetapi di lain waktu mereka dituntut untuk bersikap mandiri dan dewasa. Memang banyak perubahan pada diri seseorang sebagai tanda keremajaan, namun seringkali perubahan itu hanya merupakan suatu tanda-tanda fisik dan bukan sebagai pengesahan akan keremajaan seseorang. Namun satu hal yang pasti, konflik yang dihadapi oleh remaja semakin kompleks seiring dengan perubahan pada berbagai dimensi kehidupan dalam diri mereka. Untuk dapat memahami remaja, maka perlu dilihat berdasarkan perubahan pada dimensidimensi tersebut.

Silahkan download untuk lebih lengkapnya link di bawah


Download
Kenakalan Remaja.docx
Size : 25.0 KB


Read More